THE AVANGERS !!

July 18, 2012 § Leave a comment

Ceritanya kemarin saya baru saja nonton film “The Avangers” (itupun di dvd, gasempet ke bioskop 😥 . Film yang bercerita tentang bersatunya superhero terbaik di bumi untuk mengalahkan Loki dan pasukan Asgaard. Berkoloninya superhero macam Iron Man, Captain America, Hulk, Thor, Black Widow, dan Eagle Eye atas komando Nick Fury sebagai direktur SHIELD.

Udahlah, saya ngga perlu nyeritain jalan ceritanya gimana karena saya yakin kalian semua pasti udah nonton juga kan. Pokoknya film ini keren deh. Animasinya oke, pokoknya mata kita dimanjakan dengan aksi-aksi keren sang superhero jagoan deh.

Selepas nonton film tersebut saya bertanya-tanya, “ada ngga superhero asli di dunia ini?” Pertanyaan yang mungkin mewakili pertanyaan seluruh penduduk bumi #lebay. Tapi beneran deh, ada ngga sih? Ada ngga orang yang tiba-tiba bawa tameng bintang pas ada perang antar negara? Ada ngga orang yang berubah jadi makhluk ijo gede ngga berperasaan waktu dia marah? Trus ada ngga ya tekhnologi manusia robot yang wuihh asli keren abis? Kalo ada, pasti bumi bakal aman terus deh, yakin gue.

Dan ketika saya mikir begitu, satu pertanyaan lagi muncul, “butuh ngga sih dunia?” Butuh? Mubazir dong organisasi internasional macam PBB? Militer. Lagian kan dunia ngga menghadapi musuh seperi Loki si manusia dewa.

Sejujurnya, yang kita (manusia bumi) hadapi lebih menyeramkan dari tongkat loki atau pasukan Asgaard. Kenyataanya, musuh yang harus kita lawan adalah, perang saudara, kelaparaan, kemiskinan, keimanan yang semakin merosot dan semacamnya. Emang dengan tamengnya Captain America bisa membuat kelaparan hilang? Apa orang tiba-tiba beribadah kalo liat rocket launcher-nya Iron Man? Kalo denger teriakannya Hulk, apa orang-orang langsung bebas miskin? Engga kan?

Jadi sebenarnya, superhero-superhero yang dibutuhkan bumi adalah kita, kita sebagai pribadi yang menghuni bumi adalah jagoan yang bisa merubah semua itu. Apa yang sudah kita berikan pada bumi sebagai tempat tinggal kita? menebang pohon? buang sampah sembarangan? itu “balasan” yang kita kasih ke bumi yang sudah kita tinggali? Menghancurkan alamnya?

FYI; manusia adalah satu-satunya makhluk yang menebang pohon, membuat kertas dari pohon , dan menulis “SELAMATKAN POHON” di kertas tersebut? Monster macam apakah kita? Kitalah Loki yang sebenarnya, kitalah pasukan Asgaard yang akan menghancurkan bumi.

Dengan perkembangan zaman seperti ini, kita para manusia bumi memang jadi pribadi yang konsumtif, egois, tidak perduli sekitar. Sejak kapan? Sejak kecil. Sepertinya kita diperbudak oleh zaman yang menuntut kita supaya jadi pribadi seperti yang saya sebutkan di atas. Apalagi kalau bukan karena uang dan kekuasaan. Manusia butuh uang memang, saya akui itu. Tap bukan berarti karena kita butuh uang, kita jadi sembarangan mengeksploitasi alam semau kita kan? Dimana lagi kita akan tinggal kalau bukan di bumi?

Lalu sebagai manusia, hal apakah yang harus kita lakukan untuk menjaga bumi? Sederhana saja, untuk memulai perubahan besar cukup melakukanhal yang kecil dulu; buang sampah pada tempat sampah misalnya, atau ya kurangi emisi gas berlebihan. Pertanyaan yang terakhir adalah; “maukah kita seperti Captain America yang siap men-tameng-i bumi dari ancaman global warming? maukah kita seperti Tony Stark yang berdonasi sebagian yang kita punya untuk orang yang berkekurangan? maukah kita seperti Hulk yang marah jika ada orang yang melakukan hal seenaknya pada bumi?” Jika kita mau dan siap sedia, maka saya yakin, kitalah The Avangers yang dibutuhkan bumi 🙂

Advertisements

ORSON !!

July 6, 2012 § Leave a comment

Belum lama, saya pergi ke daerah Menteng, Jakarta Pusat. Sekedar nongkrong lah, maklum anak muda. Waktu itu weekend, jadi ngga heran kalau Menteng penuh muda-mudi gaul Jakarta.

Ada yang asik pacaran, makan di pinggiran, latihan shuffle dance, atau cuma sekedar keliling-keliling taman. Saya dan teman saya (kami ber-empat) memilih nongkrong di 711 Menteng, karena kebetulan (salah satu teman saya bawa netbook) waktu itu nyari wifi untuk on-line.

Singkat cerita ketika kami sedang asik ngobrol, mata selalu celingukan memperhatikan para kaum hawa yang wara wiri keluar masuk sevel. Maklum cowok. Ada yang sama pacaranya, atau sama temannya sesama wanita. Tapi mata saya terbelalak, ketika melihat dua orang wanita yang (saya yakin sekali) masih sekolah tingkat SMP. Bukan karena mereka sangat cantik (ya memang cantik sih) atau mereka berdua berpakaian seksi, tapi.. Saya melirik jam yang ada di handphone saya; 01.37. My godness. In this time? In early morning? Mereka ada diluar rumah selarut ini? Apa ngga dicari orang tuanya? Apa mereka nggak khawatir dengan keselamatannya?

Dan kalian tau, ternyata bukan cuma mereka berdua anak di bawah umur yang masih “kelayaban” , ada banyak juga loh yang masih “nge-gaul” selarut ini. Ada yang salah. Pikir saya waktu itu.

Melihat banyaknya anak dibawah 17 tahun yang masih berkeliaran diluar rumah, membuat saya membandingkan ketika saya ada di umur yang sama seperti mereka. Apa yang saya lakukan? Tidur. Normal. Hal yang wajar dilakukan oleh anak-anak ‘kecil’ dilarut malam. Saya jadi heran juga, kenapa ya mainan-mainan ketika saya kecil sudah jarang sekali terlihat? Mainan seperti layangan, kelereng, tamiya, atau mainan-mainan lain yang umum saya temui ketika saya masih umur belasan. Pun, saya juga tidak lagi melihat permainan tradisional semacam petak umpet, polisi-maling, tak benteng, atau mainan tradisional lainnya dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Mereka lebih memilih main game online tembak-tembakan. Ya okelah,,, tapi kalian (adik-adik kecil) juga harus merasakan sensasi lari seperti maling yang sedang dikejar polisi, atau ‘ngumpet’ ketika teman kalian sedang ‘jaga’.

Sepertinya, acara-acara televisi sekarang juga ikut mempengaruhi perkembangan anak dari zaman ke zaman. Zaman saya dulu, tiap acara diberi label mana yang harus ditonton oleh anak-anakdan  mana yang tidak. Mana yang harus ditayangkan, dan mana yang tidak. Dulu, acara televisi (menurut saya)  lebih berkualitas dibanding sekarang. Anak-anak diberi hiburan yang sesuai dengan umurnya. Dulu ketika weekend, saya rela bangun pagi demi menonton kartun favorit saya (detective Conan). Sekarang? Ucapkan salam kepada sinetron penuh drama, acara-acara alay, atau gosip murahan dari artis yang tidak terkenal. Farkk!!

Apa karena perkembangan zaman semua berubah begitu cepat? Anak-anak yang seharusnya bermain sesuai umur malah bertingkah supaya terlihat lebih dewasa. Anak kecil tidak lagi main-mainan anak kecil. Mereka bertingkah seperti orang dewasa. Pacaran, nge-gaul, nge-eksis, hal-hal yang umumnya dilakukan oleh orang dewasa, mereka mulai sedari dini. Saya prihatin (uhukk), saya takut kalau kalau mereka berkembang menjadi pribadi yang sombong. Saya khawatir ketika mereka dewasa, mereka jadi sok pamer, berlebihan, atau zaman sekarang lebay. SAya takutnya ketika kalian sudah di usia produktif, kalian terjangkit penyakit yang namanya MKKB (Masa Kecil Kurang Bahagia) karena kalian (bersikap sok) dewasa sebelum waktunya.

Jangan jadi manusia pragmatis, nikmatilah proses. Yang namanya evolusi itu berjalan lambat. Jangan khawatir tidak menjadi dewasa. Karena semua pasti ada saatnya. Percayalah, masa anak-anak atau ABG adalah masa-masa yang sangat indah. Kalian hanya perlu bersenang senang dan bersenang-senang. Nikmati saja.

Dan lamunan saya tentang masa kecil saya terusik, ketika salah satu teman saya menawari saya minum. Ahhhhh, orson yang manis 🙂

SEPIK KENA SEPAK!!

July 5, 2012 § Leave a comment

“Bapa kamu suka kucing ya?” | “ihh, kok tau?” | “soalnya kamu sudah mencakar-cakar hatiku”.

Mungkin kalian pernah mendengar rayuan diatas. Rayuan yang dipopulerkan salah satu pelawak kenamaan di Indonesia. Rayuan pria kepada wanita, dimana si pria mencoba untuk “mendapatkan” hati si wanita. Ya, kira-kira seperti itulah SEPIK. Atau lebih dikenal sebagai gombal. Kata-kata manis yang digunakan pria untuk menarik simpati wanita, atau rayuan maut pria kepada wanita. “Semua wanita senang dipuji.” Bulls*it kalo cewek bilang ngga suka dirayu. Jewer kuping gw kalo boong. Atas dasar itulah para playboy-playboy kelas kakap melancarkan aksinya. Mengeluarkan semua jurus ‘SEPIK’-annya, rayuannya, dan gombalannya, untuk mendapatkan kaum wanita.

Segitu mudahnya? Nanti dulu. Sekarang kita hidup ditahun 2012. Tahun dimana semua wanita sudah pintar. Sudah mengerti mana yang tulus memuji, atau sekedar rayuan buaya. Ngga gampang ‘kemakan’ rayuan kosong. Belum lagi, para pria yang kurang kreatif dalam melancarkan “aksi” nya. Kenapa saya bilang kurang kreatif? Karena, rata-rata pria masih menggunakan cara lama, trik uzur, jurus yang sama seperti waktu kakek saya menaklukan hati nenek saya. Basi.

Rayuan macam “matamu seindah rembulan” itu udah kuno. Dulu zaman 80-90 an, mungkin trik tersebut bisa berhasil mendapatkan wanita, tapi sekarang? Fail kalo kalian masih pakai rayuan kaya gitu. Mungkin dulu kalian bisa memamerkan kecanggihan handphone layar monokrom dengan ringtone polyphonic yang (dulu dianggap) keren abis. Sekarang? Jadul gila. Dulu, (katanya) cewek itu jinak-jinak burung merpati. Kalau kita mengejar, dia menjauh. Dan kalau kita menjauh, dia mendekat. Sekarang? Ih ke-pede-an banget lo. Lu pikir lo siapa? Berasa artis? Trus gue harus bilang ‘woow’ gitu?

Dulu (dekade 90an sampe awal 2000) ada istilah playboy. Pria yang suka gonta-ganti pacar. Malam ini nonton sama si A, besok jalan sama C, besoknya nge-date bareng F. Apakah pria itu ganteng sampai para wanita mau diajak jalan? Tampang sih relatif lah ya. Tapi, ada “sesuatu” yang membuat wanita-wanita itu mau diajak jalan. Rayuan mautnya. Sekarang, masih adakah populasi playboy yang terang-terangan? (maksudnya, cewek-cewek tau kalo itu cowok playboy. Gitu. Ngerti ngga?) Malah, sekarang kebanyakan populasi jomblo akut. Pria “penyendiri’ yang sudah satu atau lebih menjalani kesendiriannya jauh dari hangatnya belaian wanita.

Apa wanita sekarang ngga doyan cowok? mm, bisa sih. Tapi ada yang lebih mendasar, jomblo-jomblo itu masih menggunakan “jalan” yang sama seperti “jalan” waktu bokapnya menarik hati nyokapnya.

Cewek sekarang tuh makin susah, mereka semakin berkembang menjadi spesies yang paling susah dimengerti.

Jadi, apa yang harus dilakukan para jomblo kalau ingin mendapatkan wanita:

  1. Serius. Tunjukan keseriusan anda untuk mendapatkan wanita. Wanita suka cowok yang benar-benar serius.
  2. Perhatian. Tunjukan pada saya wanita yang tidak suka diperhatikan. Maka saya akan menamparnya berkali-kali untuk “membangunkannya”.
  3. Jaga sikap. Jangan tiap ada cewek, lirak lirik. Cewek pasti berpikiran kalau kalian mata keranjang. Nilai minus dimata wanita.
  4. Romantis. Cewek suka cowok romantis. Sekedar bilang “aku sayang kamu” pun, kalau itu dikatakan dengan tulus, cewek pasti klepek klepek di pangkuan anda ❤
  5.  Ikhlas. Terima apapun keputusan gebetan anda. Jangan memaksa. There’s a lot of pretty girl.

Ingat, gombalan-gombalan kuno atau SEPIK-kan uzur itu udah ngga berlaku lagi zaman sekarang. Wanita lebih suka perhatian nyata dari pria, ketimbang mulut manis. Kalau bilang “aku cinta kamu” tapi kelakuan kaya buaya darat juga percuma. Cewek juga pasti ilfil. Mulutmu harimau mu.

Percayalah pria, jika kalian masih menggunakan SEPIK-kan jadul, siap-siap aja di SEPAK oleh para wanita. Karena wanita itu makhluk paling mempesona jika sekedar kita SEPIK-kin 🙂

Galau

June 29, 2012 § Leave a comment

Yah, rasa rasanya galau bukan lagi sebuah kata yang tabu. Mengingat sudah banyak pula anak muda yang terjangkit semacam keadaan.. yaahhh galau itu sendiri. Apa sih galau itu? Banyak versi yang mendefinisikan apa itu galau. Seperti perasaan kalut, was was, bimbang, atau apalah.

Tapi yah namanya manusia, gw juga kurang puas atas jawaban2 yang gw nilai masih “gantung”. Menurut gw , galau itu lebih dari itu. Lebih kalut daripada yang mereka bilang, lebih khawatir dari sekedar was was, atau lebih membingungkan dari sekedar bimbang. Tidak melulu soal lika liku asmara anak muda. Galau lebih universal.

Seorang petani pun merasakan galau ketika musim panen tak kunjung datang. Atau seorang artis bisa galau ketika sinetronnya tidak laku. Yah, galau. Jadi apa itu galau? Sebuah perasaan psikologiskah? Masalah sosialkah? Ini yang menyedihkan. Orang orang hanya “ikut ikutan” merasakan galau tanpa tau galau itu apa. Yah semacam trend sebuah boyband lah kalau mau hiperbola. Inilah cermin anak muda “ababil” sekarang. Dia lihat yang menurut dia lagi In, besoknya.. udah bisa kalian tebak. Copy paste ke diri sendiri.

Lagu yang lagi ngetrend, style berpakaian, tempat nongkrong, sampai bahasa pergaulan pun terkena imbas atas labilnya anak muda. Anak sma dan smp udah pada kumisan. Yang cewek ikutan ikutan di behel walaupun gigi mereka sudah cukup bagus, dan ini yang membuat penampilan mereka makin menyedihkan saja. Takut dibilang katro? Ndeso?

C’mon guys, kehidupan sosial tidak sesempit itu kawan. Masih banyak yang mau berteman dengan kalian walau kalian tidak “kumisan”. Masih banyak cowok yang mau jadi pacar kalian walau kalian tidak ber-behel. Jadi jangan galau kalau kalian beda dari mereka. Be yourself. Dan menurut gw, lo akan lebih keren kalau jadi diri sendiri. Ngga lucu kan kalo lo dateng pake style yang samaan kayak orang yang lo liat di mall. Jatohnya .. Alay. Dan itu sama sekali ngga keren brow.

Kalau lu pernah kaya gitu, jangan salahkan orang lain kalo lu ngerasain galau. Yang mana menurut gw galau adalah keadaan dimana perasaan kita dipenuhi hal2 negatif karena kenyataan yang ada tidak seperti apa yang kita harapkan. Entah itu karena kita tidak realistis dalam berkspektasi ataupun karena orang laim yang memperburuk keadaan.

Jangan cari kambing hitam atas kegalauan yang kalian rasakan. Tersenyumlah, semoga semuanya baik baik saja 🙂

4L4Y & The Haters

June 29, 2012 § Leave a comment

Alay, sebuah kata yang akrab di telinga kita dalam 3 tahun belakangan. Sebuah kata yang dipelopori oleh komunitas web terbesar Indonesia. Kaskus. Alay yang merupakan kependekan dari Anak Layangan ini merupakan representasi untuk menggambarkan tingkah polah, style berpakaian, tatanan rambut , tongkrongan, gaya berbicara, ataupun format tulisan yang dirasa mengganggu. Bagaimana tidak, yah lo bisa liat lah yang lo rasa sangat mengganggu. Gw juga nggak mau menjudge orang macem macem karena gw bukan siapa siapa kan? Tapi apakah alay se “mengganggu” itu? Coba kita cari tau.

Suatu waktu gw pergi ke pusat perbelanjaan di daerah Blok M untuk membeli aksesoris gitar. Ketika sampai di daerah blok m, mata gw terkonsentrasi pada gerombolan anak muda yang duduk didepan toko 24 jam warna hijau dekat bunderan bulungan. Yahh, kalo diliat liat, mereka itu yang disebut alay lah. Seorang cowok Rambutnya dipirangin, ada yang celananya warna ijo, yang cewek berbaju warna merah pake kacamata item sambil ngerokok. Full color lah. Samar samar, gw denger mereka ngobrol satu sama lain. Dan cara ngomongnya,,, hmmp….. susah gw mengerti. Tapi ada satu kesamaan dari mereka. Kelihatannya mereka masih SMA gituh. Ya pokoknya masih muda lah.

Beda cerita namun masih berhubungan, jujur aja gw ngga terlalu suka megang hape. Punya sih, tapi tangan gw ngga gatelan buat nge sms orang (gw ngga pakt BB). Saat lagi makan siang, hape gw nerima sms dari nomer orang yang ngga ada di kontak gw. Ketika gw buka smsnya, anjrit mata ngga bisa nangkep dan otak gw ngga bisa mencernanya. Gimana engga, isi sms nya hurup gede kecil plus ada simbol simbol aneh di isi smsnya. Looks like this : “1n! !nDr4 EeYuUach? 4qyUee LeHhh G9aK Kn4lLaanN cAm4 kAmYuu?” haduhh, bahkan untuk menulis seperti tadi aja gw butuh kerja keras bro. I swear about that.

Oke, balik lagi ke sms tadi, yah kira kira begitulah bunyinya. Ngga jelas, mungkin intelejensi si pengirim sms kelewat tinggi. Susah gw “tangkep”. Gw bales smsnya: “ini siapa?”. Dan ngga berapa lama. Gesit , secepat kilat, sms balesannya pun muncul tidak lebih dari 1 menit. ” iN! (sebut saja) M4war, aQyUue LehHh Kn4laAnN c4mA qMuHh gGaK?? 8aLezz Cp3dt !!” (gw membutuhkan waktu lebih dari 3 menit untuk nulis kayak tadi. Tapi dia cepet banget) Anjritt, makin parahh. Gw memutuskan ngga bales isi smsnya karena: satu, gw ngga kenal doi. Kedua, yang paling mendasar adalah: Gw ngga ngerti maksudnya apa. Yasudahlah.

Jadi, apa yang menjadi benang merah dari kedua kisah gw tadi? Ya mungkin seperti itulah yang mereka bilang alay. Mengganggu. Membuat orang lain capek mata, atau yang paling parah, capek otak. Bener bener mengganggu kehidupan.

Tapi tunggu dulu bro, bukankah kalau gw , ataupun kalian bilang alay itu mengganggu adalah sebuah diskriminasi sosial? Toh mereka juga bagian dari masyarakat kita bukan? Nah,, ini yang lucu. Semua orang bertingkah kalau dia bukan alay tapi menunjuk orang lainlah yang alay. Malu yah kalo alay? Menurunkan derajat? Pliss dehh, jangan bertingkah seperti sok suci, sok gaul, sok ngerti semua. Bergaya paling keren dan paling bener. Penampilan seseorang bukanlah sesuatu yang seenaknya bisa kita nilai. Semua orang punya ciri khas masing masing. It’s different to one and another right? Gw pirangin rambut gw, pake kacamata item, trus maen asal nembak warna berpakaian trus kenapa? Gw alay? Masalah buat lo? Format Sms gw huruf gede kecil plus ada simbol aneh, trus kenapa? Gw alay? Masalah buat lo? Sebenarnya engga kan? Elu hanya takut bersaing dengan para alay dalam hal eksistensi. Mereka lebih eksis dari lo kan? Jaman sekarang, siapa sih yang ngga tau alay? Berarti mereka eksis dong? Iya kan. Jujur aja ya, gw lebih benci sama orang yang ngatain orang lain alay, daripada alay itu sendiri.

Padahal kenyataanya belum tentu lo lebih keren atau lebih pinter dari mereka. Belum tentu juga lo lebih ganteng atau lebih cantik dari para alay. Jadi, jika anda berlaku demikian, maka anda seorang HATERS. Karena HATERS menurut gw adalah, orang yang suka merendahkan orang lain. Dan itu tidak lebih dari seorang PECUNDANG. Jika mengutip lirik “Jar of heart” nya Christina Perry, “who do you think you are?” itu tepat banget. Lo pikir lo siapa? Dosen kehidupan yang suka menilai? Atau dewan juri hubungan sosial? Jika kalian masuk kategori HATERS yang gw maksud, maaf kalau gw mengatakan ini, tapi :

You are a bast*rd. Tapi jangan khawatir, anda tidak sendiri, i’m same like a bast*rd as you are.

Hello world!

June 29, 2012 § 1 Comment

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!